rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Senin, 11 Juli 2011


Kodratnya memang bukan sebagai senjata khusus kavaleri, namun bisa dibilang inilah arsenal senjata pelengkap kavaleri yang lumayan menentukan dalam tiap operasi militer. Tanpa browning, seolah daya gempur korps kavaleri jadi tak lengkap, ini tak berlaku di di Indonesia saja, melainkan di seantero dunia, terutama di negara-negara pengguna standar militer NATO.
Browning M2HB dikenal dalam lingkungan TNI dengan sebutan SMB (senapan mesin berat), tak lain karena kaliber yang diadopsinya adalah 12,7 mm. SMB mampu menghantam sasaran secara akurat dalam jarak 2500 meter. Selain unggul dalam hal akurasi, tidak ada satupun rompi anti peluru yang mampu menangkal penetrasi proyektil 0.50 inci M2HB. Bahkan lapisan kaca anti peluru plexiglass pun jeboll dihajar proyektil SMB.


Browning M2HB juga populer dalam terminologi, salah satunya browning populer dengan sebutan “Ma Deuce”, Heavy Barrel, Cal. .50 dan SMB. Adopsi SMB sangat luas, hampir semua matra, baik Angkatan Laut, Angkatan Darat dan Angkatan Udara telah merasakan kehebatan browning M2HB. Mulai dari helikopter, pesawat tempur, tank, panser, hingga unit infantri pun telah lama menggunakan browning M2HB.
Untuk kavaleri Indonesia, SMB 12,7 mm sejak awal telah menjadi senjata pamungkas bagi panser TNI-AD, yakni VAB buatan Prancis dan V-150 versi intai buatan Cadilage Cage buatan AS. Di lingkungan Korps Marinir, kiprah browning M2HB terbilang baru lewat penempatannya sebagai senjata utama bagi tank pendarat LVTP-7 buatan Korea Selatan.
Turret LVTP-7 dengan Browning M2HB
Lain lagi di lingkungan TNI-AU, browning M2HB dtempatkan sebagai senapan mesin di pesawat tubro propeler OV-10 Bronco, menggantikan senapan mesin M-60 yang hanya berkaliber 7,62 mm. Selain itu, browning M2HB juga dirancang dalam model twin gun pada helikopter Puma SA-330 Skadron 8 Lanud Atang Sanjaya. Twin gun ini ditempatkan pada sisi pintu, jadilah door gun Puma tampil garang.
M2HB sebagai door gun pada helikopter US Navy
SMB browning M2HB menggunakan amunisi kaliber 12,7 x 99 mm. Amunisinya tersedia dalam berbagai tipe munisi dengan inti baja keras antara lain Armour Piercing MU3-P yang unggul karena mempunyai daya tembus terhadap lapisan baja, Mild Steel dengan ketebalan 16 mm pada jarak 150 meter.
Dikutip dari Majalah Commando Edisi Maret – April 2006, disebutkan secara teknis SMB dirancang untuk bisa menembak full otomatis, sehingga bisa dipahami betapa dahsyat efek daya rusak senjata ini. Dalam pelaksanaan di lapangan ada aturan-aturan yang sebaiknya dipatuhi agar senjata bisa berumur panjang.
Panser V-150 TNI-AD dengan Browning M2HB
Panser VAB dengan SMB Browning M2HB
Seperti diungkapkan personel YonKav 7 yang menjadi operator panser VAB, pihak pabrik mensyaratkan laras senapan harus diganti setelah 10.000 tembakan. Namun, di lingkungan batalyon, aturan tadi dibuat lebih ketat, setalah 5.000 tembakan laras sudah diganti.
VAB Indonesia dalam misi PBB, laras Browning cukup mencolok
Selain syarat teknis, kebiasaan menembak juga berpengaruh pada usia pakai senjata. Terdapat tiga gaya menembak pada SMB. Pertama disebut rentetan pendek, artinya ada sekitar dua hingga tiga peluru lepas dalam sekali tembakan. Selanjutnya ada rentetan sedang, dimana lima peluru langsung dimuntahkan salam sekali tembak. Dan yang terakhir, disebut rentetan panjang, tembakan ini disebut full otomatis, sangat pas untuk mengatasi serbuan massal atau menghancurkan sarang perkubuan lawan.
Aksi Browning M2HB dalam film Black Hawk Down
Dengan beragam keunggulannya, wajar bila senapan yang aktif digunakan sejak Perang Dunia II ini terus digunakan hingga saat ini, hampir tiap operasi militer besar di dunia selalu menghadirkan jenis senjata pemukul ini. Mulai dari perang Korea, perang Vietnam, perang Teluk, dan perang Afganistan melibatkan kiprah M2HB secara masif. Beberapa negara pun terus mengembangkan varian-varian M2HB untuk diadopsi dalam berbagai tipe ranpur. Bila Anda ingin lihat performa daya gempur browning M2HB di layar kaca, saksikan film Black Hawk Down, di film tersebut M2HB menjadi senjata standar pada ranpur Humvee. (Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi M2HB Browning
Kaliber : 12,7 mm (0.50 inchi)
Rata-Rata Tembakan : 550 butir/menit
Kecepatan Peluru : 930 meter/detik
Jarak Tembak Efektif : 2000 – 2500 meter
Berat : 38 Kg (58 Kg dengan Tripod)
Panjang : 1,65 meter
Panjang Laras : 1,140 meter
Amunisi : Sabuk
Mekanisme : Recoil, short recoil
Produksi awal : 1932

SENJATA M14 (senapan)

M14 adalah senapan tempur selective-fire buatan Amerika Serikat yang menggunakan amunisi berkaliber 7.62 x 51 mm NATO. Senapan ini sudah digantikan oleh senapan serbu M16, tapi sampai sekarang masih digunakan oleh Marinir, Angkatan Darat, dan Angkatan Laut Amerika Serikat. M14 juga menjadi dasar untuk senapan runduk M21 dan XM25.

Sejarah
[sunting] Masa pengembangan

M14 adalah hasil pengembangan dari senapan-senapan percobaan yang berdasarkan senapan M1 Garand. Meskipun M1 Garand termasuk senapan yang sangat modern pada masanya, M1 masih memiliki kekurangan. Modifikasi pada M1 Garand sudah dimulai sejak akhir Perang Dunia II. Yaitu penambahan kemampuan menembak full-otomatis, dan pemakaian magazen box berisi 20 butir peluru. Perusahaan Winchester, Remington, dan John Garand dari Springfield Armory menawarkan rancangannya masing-masing. Rancangan milik John Garand, T20, sempat menjadi yang paling populer, dan dijadikan dasar untuk percobaan prototip senapan Springfield dari tahun 1945 sampai awal 1950an.

Earle Harvey, juga perancang dari Springfield Armory, mendesain sebuah senapan yang benar-benar berbeda. Rancangannya, T25, dibuat untuk menggunakan peluru baru, .30 Light Rifle. Peluru baru tersebut dibuat berdasarkan peluru .30-06 Springfield yang dipendekkan. Peluru inilah yang akhirnya berevolusi menjadi 7.62 x 51 mm NATO atau .308 Winchester.

Ditempat lain, Lloyd Corbett ditugaskan untuk memodifikasi M1 Garand dan T20 agar bisa memakai peluru 7.62 x 51 mm yang baru ini. Setelah melalui banyak percobaan, muncullah T44. T44 ini menggunakan receiver T20 yang diubah untuk menerima peluru 7.62 x 51 mm dan menggunakan sistem gas milik T25. T44 ini akhirnya menang menghadapi T47 (sebuah T25 yang di modifikasi) dan FN FAL (T48). Pada tahun 1957, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menerima rancangan T44 ini dan menamainya M14. Springfield Armory mulai melaksanakan produksi pada tahun 1958 dan mengirim senapan-senapan pertama ke Angkatan Darat AS pada Juli 1959. Peralihan dari M1 Garand ke M14 selesai pada akhir tahun 1962.


                                      http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Army_M14_Sage_Stock.jpg/240px-Army_M14_Sage_Stock.jpg      

Perang Vietnam

Senapan ini menjalankan tugasnya secara baik pada Perang Vietnam. Walaupun merepotkan karena ukurannya yang besar, peluru 7.62 mm milik M14 bisa menembus penghalang dengan baik. Senapan ini juga menjadi senapan yang handal yang tetap berfungsi dengan baik di lingkungan yang keras. Walau begitu M14 masih memiliki banyak kelemahan. Di hutan yang lembab, popor kayu M14 sering mengembang, mengurangi akurasi. Dan karena ukuran pelurunya yang besar, M14 sulit dikendalikan pada pilihan tembakan full-otomatis.

M14 terus menjadi senapan utama infanteri Amerika di Vietnam sampai akhirnya digantikan oleh M16 pada tahun 1967. Keputusan ini mendapat protes dari sejumlah tentara AS, dan beberapa diantaranya tetap memakai M14 karena menganggap M16 kurang kuat dan tidak bisa diandalkan. Angkatan Darat Amerika juga sempat memodifikasi sejumlah M14 menjadi senapan runduk M21. Sejumlah M14/M21 juga akhirnya dimodifikasi menjadi XM25, senapan runduk yang dipakai pasukan khusus. 



                      
    http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4b/M14_afmil.jpg/300px-M14_afmil.jpg   


Tipe Senapan tempur
Negara asal Amerika Serikat
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1957–sekarang
Digunakan oleh Estonia, Yunani, Israel, Latvia,
Lithuania, Filipina, Taiwan, Turki,
Venezuela, Amerika Serikat
Pada perang Perang Vietnam–sekarang
Sejarah produksi
Tahun 1954
Diproduksi 1959–1964
Jumlah produksi Sekitar 1,38 juta
Varian M21, XM25
Spesifikasi
Berat 4,5 kg
Panjang 1.118 mm (44 in)
Panjang Laras 559 mm (22 in)

Peluru 7.62 × 51 mm NATO
Kaliber 7.62 mm (.308 in)
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan 700–750 butir/detik
Kecepatan peluru 850 m/s (2.800 ft/s)
Jarak efektif 460 m (500 yd)
Amunisi Magazen box 20-butir
Alat bidik Belakang aperture, depan "barleycorn"

Pemakaian masa kini

Sampai saat ini M14 masih dipakai sebagai senapan runduk dan senapan penembak jitu (designated marksman), karena akurasi jarak jauhnya yang baik. Marinir AS memakai senapan M14 yang dimodifikasi menjadi senapan penembak jitu. Senapan ini dipakai pada perang di Afganistan dan Irak. M14 juga masih dipakai untuk tembakan penghormatan yang dilakukan pada pemakaman militer.
Pada pemerintahan Presiden Bill Clinton, 479.367 pucuk senapan M14 dimusnahkan atas perintah eksekutif dari Presiden. Ini dikarenakan BATFE (Biro Alkohol, Tembakau, Senjata api, dan Bahan peledak) mengkategorikan M14 sebagai senapan mesin.
Secara komersial, versi semi-otomatis M14 dijual untuk umum oleh Springfield Armory, dan perusahaan lainnya, dengan nama M1A dan M14S                                             lihat halaman selanjut nya,.,.,!
                                                       klik disini,.,.,!
                             http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/cc/Tet1968.jpg/240px-Tet1968.jpg

Remington 870

Remington Model 870 atau Remington 870 adalah senapan patah dengan sistem pump-action buatan Amerika Serikat yang diproduksi oleh Remington Arms Company, Inc. Senapan ini banyak digunakan untuk keperluan olah raga menembak, berburu dan pertahanan diri. Selain digunakan oleh sipil, senapan ini banyak digunakan oleh penegak hukum dan militer di seluruh dunia.

Senapan ini dikembangkan melalui empat tahapan besar yaitu dengan dibuatnya Remington Model 10 yang kemudian dikembangkan menjadi Remington Model 29. Dengan bantuan John Browning, John Pedersen sebagai desainer senapan ini membuat Remington Model 17[4] yang mana model ini kemudian diadopsi oleh Ithaca dengan nama Ithaca 37. Remington Model 17 ini dijadikan acuan untuk pembuatan Remington Model 31 dan menjadi model yang banyak diminati[5], tetapi kalah bersaing dengan Winchester Model 1912. Remington melihat "kekalahan" ini dan memperkenalkan senapan tipe terbaru Remington 870 seri Wingmaster ke hadapan publik pada tahun 1950an, seri ini masih diproduksi sampai sekarang. Produksi dan pembelian terus meningkat sampai pada tahun 2009 senapan ke 10 juta selesai diproduksi. Hal ini menjadi catatan rekor Remington 870 sebagai senapan patah yang paling banyak dibeli di dunia[6].

                     http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9d/MarineMag1.jpg/300px-MarineMag1.jpg  


Tipe Senapan patah (shotgun)
Negara asal  Amerika Serikat
Sejarah produksi
Perancang L.Ray Crittendon, Phillip Haskell, Ellis Hailston, G.E. Pinckney
Tahun 1951
Produsen Remington Arms
Diproduksi 1951-sekarang[1]
Jumlah produksi 10,000,000+ [2]
Varian Wingmaster, Express, Marine, SPS, SPS-T, XCS, TAC, Super Mag
Spesifikasi
Berat 7.0 lb (3.2 kg) to 8.0 lb (3.6 kg)
Panjang 37.25 in (946 mm) to 50.5 in (1,283 mm)
Panjang Laras 18 in (457 mm) to 30 in (762 mm)

Peluru 12 gauge, 16 gauge, 20 gauge, 28 gauge, atau .410 bore
Mekanisme Pump-action
Amunisi Magazen tabung internal isi 3 - 8 butir
Alat bidik Bidikan besi. Juga tersedia dudukan untuk bidikan teleskopik[3]

                                     lihat halaman selanjut nya,.,.,!